Posted by: rudolvo | November 17, 2008

Nikon atau Canon?? 3rd party??

2 Brand yang sangat menyita para fotografer untuk jadi senjata mereka dalam kegiatan sehari-harinya sebagai fotografer. 2 Brand ini benar-benar bersaing untuk merebut hati para fans Fotografi, Nikon dengan segala kelebihan dan kekurangannya cukup memukau dalam series 1 number mereka yang terakhir yaitu kamera DSLR profesional Nikon D3. Nikon D3 benar-benar superior di kelas 1 number series, jauh diatas keunggulan series 1number Canon yang seri terakhir. Nikon D3 menutupi kelemahan brand mereka dalam hal-hal vital yang di anggap sebagai kelemahan terbesar Nikon. ISO, pada series 2number atau 3number mereka, ISO merupakan kelemahan terbesar Nikon sejauh ini. Pada setting ISO tinggi dan pemotretan Low Light, Bintik yang dikeluarkan sangat “parah”. Kelemahan Nikon dalam hal ISO ini akhirnya bisa di pupuskan dengan hadirnya Nikon D3. Lalu bagaimana dengan Canon? Bagaimana performa Canon di kelas 2number atau 3number mereka? Canon sangat merajai di kelas “bulu” ini. Dengan harga relatif “murah” dan kualitas yang cukup memukau, Canon sangat merebut pasar di Indonesia. Beberapa fotografer di bidang Art foto sangat menggemari Canon, bukti nyata Darwis Triadi benar-benar jadi ikon Canon di Indonesia. Itu sekelumit perbandingan antara 2 brand yang merajai dunia fotografi di Indonesia. Bagaimana dengan 3rd Party DSLR?? Selagi kita fotografer sibuk mencari feature baru dari Nikon dan Canon, Developer DSLR kamera dari 3rd party berkembang pesat, dan berusaha menarik pangsa pasar di Indonesia. Sony, Olympus, Pentax, dan beberapa merk lainnya. Coba lihat performa 3rd party DSLR di situs dpreview (recommended), Tengok Sony Alpha Series, Coba Lihat Olypmpus yang semakin yahud. Dilema terjadi pada salah satu sobat saya, ketika akan membeli DSLR, Dengan budget tertentu dia sudah membayangkan Nikon D60 kit, tapi karena beberapa hal, akhirnya Sony Alpha yang akhirnya jadi cameranya. Banyak gunjingan dilontarkan pada kawan saya. Tapi dengan niat tekun dia coba cari “kehebatan” Sony Alpha 300 nya, Dari situ kawan saya mulai “rajin” browsing untuk cek Sony Alpha 300 nya. Ketika orang lain sibuk mencari tahu produk Nikon atau Canon yang sudah mengakar di kepalanya, 3rd party DSLR yang lain mengembangkan produknya untuk sejajar dengan Nikon atau Canon. Sudah mulai banyak fotografer beralih, mengubah paradigma mereka tentang brand, Nikon Canon atau brand-brand lain yang mengikat di kepala mereka. Buat saya pribadi, filosofi saya adalah hasil akhir adalah yang terpenting, Man behind the Gun, asal ga kamera HP aja udah cukup kok. Sony ? Nikon ? Canon ? Pribadi sih Nikon. Tapi kalau ada rejeki “Sony”, syukurilah, banyak orang tidak bisa memiliki kamera.

Rudolvo Brand Minded 17 November 2008

Advertisement

Responses

  1. jika memperbincangkan masalah brand, kita tidak bisa mengelak bahwa orang Indonesia sering salah kaprah. mereka bilang “bagus ini daripada yang itu..”, ada yang bilang “sama saja, semua ada kekurangan dan kelebihan..”. yang saya herankan, kenapa orang lebih sering atau suka bicara tentang teknologi kamera bahkan brand kamera. apakah mereka sadar kalau mereka memiliki kekurangan 1 hal yang amat penting. seakan dilupakan begitu saja, terhapus oleh teknologi.

    menurut saya, fotografi tidaklah hanya memotret. apa yang membedakan fotografer indonesia dengan fotografer “luar”? dari skill mereka dalam memotret? saya rasa tidak, karena fotografer indonesia tdk kalah dalam hal estetika. yang membedakan mungkin adalah skill dalam cetak. indonesia kalah jauh dlm hal cetak foto. buktinya seringnya kita mengeluh dalam hasil akhir pada cetak. padahal fotografi tak boleh lepas dalam hal tersebut, demi menghasilkan karya yang maksimal.

    nikon atau canon? atau 3th party kamera? jawabnya sederhana jika ingin jadi fotografer pelajarilah fotografi dengan sungguh-sungguh, maka kamu akan mengerti apa yang dimaksud “seni yang terbuat dari cahaya”, dan dari situ kamu akan mengerti apa pentingnya sebuah brand.

    IMHO.. :p

  2. ea
    ea
    aku ngerti sapa anak itu hayoooo
    mesti lak susimek.. wwkwkkw

    btw,, sori oot
    tapi kalo masalah brand, jawabanya lawas konsep 2K (Kemampuan dan Kebutuhan)

    semua ini kembali ke fotografer untuk meliat dan mengukur diri sendiri tentang kemampuan dan kebutuhanya. baru darisana dia bisa meliat dan memlih apa yg cocok buat dia. kita teman2 nya kan hanya bisa bantu memlih (meracuni dan membingungkan tok)
    :D senyum pepsodent sek..

  3. always nikon… turun temurun soalnya :-P dari jaman alm. kakek qw.. ndoll tukeran blogroll yah


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.