<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>dis is mai blog</title>
	<atom:link href="http://rudolvo.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rudolvo.wordpress.com</link>
	<description>is all bout mai life..</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Feb 2009 04:22:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='rudolvo.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/616c638b0c6f72dfbacdfeb0669c8e35?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>dis is mai blog</title>
		<link>http://rudolvo.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://rudolvo.wordpress.com/osd.xml" title="dis is mai blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://rudolvo.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Emotion</title>
		<link>http://rudolvo.wordpress.com/2009/02/05/emotion/</link>
		<comments>http://rudolvo.wordpress.com/2009/02/05/emotion/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Feb 2009 04:21:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rudolvo</dc:creator>
				<category><![CDATA[dis is bout My Life..]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rudolvo.wordpress.com/2009/02/05/emotion/</guid>
		<description><![CDATA[Proses panjang sudah terjadi dalam hidup ku Seseorang menanyakan apakah aku memiliki emosi yang meledak-ledak? 1 tahun ini merupakan pengalaman berharga Dari saudara-saudaraku yang tak tergantikan, juga dari orang yang pernah kucintai. Perjalanan panjang aku bisa sampai di tempat seperti ini. Dari emosi yang cukup meledak-ledak, sampai ditempat aku hanya bisa tersenyum, tanpa harus mengatakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rudolvo.wordpress.com&amp;blog=5493222&amp;post=36&amp;subd=rudolvo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Proses panjang sudah terjadi dalam hidup ku Seseorang menanyakan apakah aku memiliki emosi yang meledak-ledak? 1 tahun ini merupakan pengalaman berharga Dari saudara-saudaraku yang tak tergantikan, juga dari orang yang pernah kucintai. Perjalanan panjang aku bisa sampai di tempat seperti ini. Dari emosi yang cukup meledak-ledak, sampai ditempat aku hanya bisa tersenyum, tanpa harus mengatakan satu patah katapun.  Seseorang menanyakan hal itu. Lalu aku menceritakan satu kejadian dimana ketika hati dan kepalaku shock, tapi apapun itu semuanya sudah terjadi. Apapun bentuknya, paling tidak aku sudah maju beberapa langkah dari tempatku satu tahun lalu. Aku sudah beranjak dari emosiku. Aku bahagia karena proses panjang ini telah membuatku jadi orang yang lebih mengerti bagaimana mengendalikan situasi. Ini sudah menjadi satu lembaran hidup yang perlu di ingat, bahwa aku pernah disituasi seperti itu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rudolvo.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rudolvo.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rudolvo.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rudolvo.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rudolvo.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rudolvo.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rudolvo.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rudolvo.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rudolvo.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rudolvo.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rudolvo.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rudolvo.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rudolvo.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rudolvo.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rudolvo.wordpress.com&amp;blog=5493222&amp;post=36&amp;subd=rudolvo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rudolvo.wordpress.com/2009/02/05/emotion/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ce52c55c7b8e84540fcab29e764ad11?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">rudolvo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>1 cerita temanku,saudaraku..</title>
		<link>http://rudolvo.wordpress.com/2008/11/24/1-cerita-temankusaudaraku/</link>
		<comments>http://rudolvo.wordpress.com/2008/11/24/1-cerita-temankusaudaraku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2008 11:07:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rudolvo</dc:creator>
				<category><![CDATA[dis is bout My Life..]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rudolvo.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Tribute to Firdaus Maulana &#8220;Halo, Kakak Ndol..&#8221; Pukul 6 pagi, Wenny menghubungiku lewat handphone, membawa berita yang sama sekali tak terduga. Sama sekali tidak pernah terbayangkan oleh siapapun. Firdaus Maulana, akrab dipanggil “Daus” , telah meninggalkan kami semua. Ketika mendengar hal itu, langsung terdiam sejenak aku. Benar-benar diluar diguaan. Sama sekali tidak disangka.Kutanyakan penyebab kematiannya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rudolvo.wordpress.com&amp;blog=5493222&amp;post=26&amp;subd=rudolvo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://rudolvo.files.wordpress.com/2008/11/dsc_02661.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-32" title="dsc_02661" src="http://rudolvo.files.wordpress.com/2008/11/dsc_02661.jpg?w=201&#038;h=300" alt="dsc_02661" width="201" height="300" /></a></strong></p>
<p><strong>Tribute to Firdaus Maulana</strong></p>
<p><strong>&#8220;Halo, Kakak Ndol..&#8221;</strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;">Pukul 6 pagi, Wenny menghubungiku lewat handphone, membawa berita yang sama sekali tak terduga. Sama sekali tidak pernah terbayangkan oleh siapapun. Firdaus Maulana, akrab dipanggil “Daus” , telah meninggalkan kami semua. Ketika mendengar hal itu, langsung terdiam sejenak aku. Benar-benar diluar diguaan. Sama sekali tidak disangka.Kutanyakan penyebab kematiannya, kecelakaan.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span> </span>Firdaus, temanku yang satu ini tidak bisa dibilang cukup akrab denganku, tapi juga tidak terlalu jauh sehingga kami tidak saling menyapa. Saling menyapa dan bersenda gurau ketika aku dan Firdaus saling jumpa dikampus. Dengan ciri khasnya yang selalu menambahkan kata “kakak” pada setiap orang yang di jumpainya. Dia memiliki karakter untuk itu. Itu yang selalu kuingat dari dirinya. Dulu ketika aku dan Wenny pergi berdua, Firdaus’lah yang “memergoki”, sejak itu setiap kali di kampus bertemu aku, kami saling bersenda gurau, meski tak kenal dekat, bagiku Firdaus merupakan teman yang cukup disayangkan ketika dia telah meninggal. Bagi beberapa orang, Daus mungkin tidak begitu “friendly”, beberapa memiliki masalah dengan dia, tanpa harus menyebut nama. Tapi dimataku Daus tetaplah temanku. Apapun bentuknya, kesalahan apa yang pernah dia buat, seperti apa sifatnya, Daus tetap temanku yang selalu memanggilku dengan panggilan “Kakak Ndolz”. Miris rasanya ketika mendengar dia telah meninggal. Aku kehilangan temanku, juga sekaligus sodaraku yang ada di G-FORST.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span> </span>Daus, bagi beberapa orang mungkin dia bukan orang baik, tapi di mata beberapa orang lainnya, dia orang yang cukup baik. Tanpa melihat dari sudut pandang “orang lain”, aku punya pandangan sendiri terhadap Daus. Sekali lagi, Apapun bentuknya, kesalahan apa yang pernah dia buat, seperti apa sifatnya, Daus tetap temanku. Sekali lagi ia temanku. Sekarang yang bisa aku lakukan cuman satu, tetap mengenang Daus. Sebagai anggota G-FORST, sebagai temanku, dan sebagai keluarga dalam G-FORST.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong>Tribute to Firdaus Maulana.</strong></p>
<h2>Anggota G-FORST angkatan ‘06</h2>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rudolvo.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rudolvo.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rudolvo.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rudolvo.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rudolvo.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rudolvo.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rudolvo.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rudolvo.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rudolvo.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rudolvo.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rudolvo.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rudolvo.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rudolvo.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rudolvo.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rudolvo.wordpress.com&amp;blog=5493222&amp;post=26&amp;subd=rudolvo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rudolvo.wordpress.com/2008/11/24/1-cerita-temankusaudaraku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ce52c55c7b8e84540fcab29e764ad11?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">rudolvo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rudolvo.files.wordpress.com/2008/11/dsc_02661.jpg?w=201" medium="image">
			<media:title type="html">dsc_02661</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nikon atau Canon?? 3rd party??</title>
		<link>http://rudolvo.wordpress.com/2008/11/17/nikon-atau-canon-3rd-party/</link>
		<comments>http://rudolvo.wordpress.com/2008/11/17/nikon-atau-canon-3rd-party/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Nov 2008 01:39:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rudolvo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Photography Categories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rudolvo.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[2 Brand yang sangat menyita para fotografer untuk jadi senjata mereka dalam kegiatan sehari-harinya sebagai fotografer. 2 Brand ini benar-benar bersaing untuk merebut hati para fans Fotografi, Nikon dengan segala kelebihan dan kekurangannya cukup memukau dalam series 1 number mereka yang terakhir yaitu kamera DSLR profesional Nikon D3. Nikon D3 benar-benar superior di kelas 1 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rudolvo.wordpress.com&amp;blog=5493222&amp;post=20&amp;subd=rudolvo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>2 Brand yang sangat menyita para fotografer untuk jadi senjata mereka dalam kegiatan sehari-harinya sebagai fotografer. 2 Brand ini benar-benar bersaing untuk merebut hati para fans Fotografi, Nikon dengan segala kelebihan dan kekurangannya cukup memukau dalam series 1 number mereka yang terakhir yaitu kamera DSLR profesional Nikon D3. Nikon D3 benar-benar superior di kelas 1 number series, jauh diatas keunggulan series 1number Canon yang seri terakhir. Nikon D3 menutupi kelemahan brand mereka dalam hal-hal vital yang di anggap sebagai kelemahan terbesar Nikon. ISO, pada series 2number atau 3number mereka, ISO merupakan kelemahan terbesar Nikon sejauh ini. Pada setting ISO tinggi dan pemotretan Low Light, Bintik yang dikeluarkan sangat &#8220;parah&#8221;. Kelemahan Nikon dalam hal ISO ini akhirnya bisa di pupuskan dengan hadirnya Nikon D3. Lalu bagaimana dengan Canon? Bagaimana performa Canon di kelas 2number atau 3number mereka?  Canon sangat merajai di kelas &#8220;bulu&#8221; ini. Dengan harga relatif &#8220;murah&#8221; dan kualitas yang cukup memukau, Canon sangat merebut pasar di Indonesia. Beberapa fotografer di bidang Art foto sangat menggemari Canon, bukti nyata Darwis Triadi benar-benar jadi ikon Canon di Indonesia. Itu sekelumit perbandingan antara 2 brand yang merajai dunia fotografi di Indonesia. Bagaimana dengan 3rd Party DSLR?? Selagi kita fotografer sibuk mencari feature baru dari Nikon dan Canon, Developer DSLR kamera dari 3rd party berkembang pesat, dan berusaha menarik pangsa pasar di Indonesia. Sony, Olympus, Pentax, dan beberapa merk lainnya. Coba lihat performa 3rd party DSLR di situs dpreview (recommended), Tengok Sony Alpha Series, Coba Lihat Olypmpus yang semakin yahud. Dilema terjadi pada salah satu sobat saya, ketika akan membeli DSLR, Dengan budget tertentu dia sudah membayangkan Nikon D60 kit, tapi karena beberapa hal, akhirnya Sony Alpha yang akhirnya jadi cameranya. Banyak gunjingan dilontarkan pada kawan saya. Tapi dengan niat tekun dia coba cari &#8220;kehebatan&#8221; Sony Alpha 300 nya, Dari situ kawan saya mulai &#8220;rajin&#8221; browsing untuk cek Sony Alpha 300 nya. Ketika orang lain sibuk mencari tahu produk Nikon atau Canon yang sudah mengakar di kepalanya, 3rd party DSLR yang lain mengembangkan produknya untuk sejajar dengan Nikon atau Canon. Sudah mulai banyak fotografer beralih, mengubah paradigma mereka tentang brand, Nikon Canon atau brand-brand lain yang mengikat di kepala mereka. Buat saya pribadi, filosofi saya adalah hasil akhir adalah yang terpenting, Man behind the Gun, asal ga kamera HP aja udah cukup kok. Sony ? Nikon ? Canon ? Pribadi sih Nikon. Tapi kalau ada rejeki <strong>&#8220;Sony&#8221;</strong>, syukurilah, banyak orang tidak bisa memiliki kamera.</p>
<p>Rudolvo <strong>Brand Minded</strong> 17 November 2008</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rudolvo.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rudolvo.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rudolvo.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rudolvo.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rudolvo.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rudolvo.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rudolvo.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rudolvo.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rudolvo.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rudolvo.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rudolvo.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rudolvo.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rudolvo.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rudolvo.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rudolvo.wordpress.com&amp;blog=5493222&amp;post=20&amp;subd=rudolvo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rudolvo.wordpress.com/2008/11/17/nikon-atau-canon-3rd-party/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ce52c55c7b8e84540fcab29e764ad11?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">rudolvo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Editing dalam Jurnalistik Fotografi</title>
		<link>http://rudolvo.wordpress.com/2008/11/16/editing-dalam-jurnalistik-fotografi/</link>
		<comments>http://rudolvo.wordpress.com/2008/11/16/editing-dalam-jurnalistik-fotografi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Nov 2008 12:07:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rudolvo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Photography Categories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rudolvo.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Dalam kurun waktu 3 tahun, Editing foto menjadi marak di kalangan fotografer. Terutama yang berada di jalur &#8220;Art Photography&#8221;. Dalam Art Photography, editing foto benar-benar di bebaskan, secara bebas, sampai pada konteks Digital Imaging. Beberapa fotografer kenamaan Indonesia memamerkan karya-karya mereka yang benar-benar sensasional, bagaimana tidak? Lihat gallery Kevin Pinardy, atau Darwis Triadi dan beberapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rudolvo.wordpress.com&amp;blog=5493222&amp;post=17&amp;subd=rudolvo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam kurun waktu 3 tahun, Editing foto menjadi marak di kalangan fotografer. Terutama yang berada di jalur &#8220;Art Photography&#8221;. Dalam Art Photography, editing foto benar-benar di bebaskan, secara bebas, sampai pada konteks Digital Imaging. Beberapa fotografer kenamaan Indonesia memamerkan karya-karya mereka yang benar-benar sensasional, bagaimana tidak? Lihat gallery Kevin Pinardy, atau Darwis Triadi dan beberapa nama fotografer lainnya yang menjadikan proses Editing foto menjadi tumpuan mereka untuk menghasilkan karya. Bagaimana dengan Dunia Jurnalistik? Apakah di Jurnalistik tidak diperbolehkan mengedit foto?? Jawabannya menarik, Boleh, tapi dengan beberapa syarat dan kententuan berlaku. Sang Pewarta foto tidak diperkenankan melakukan proses editing yang &#8220;berlebihan&#8221;, hanya pada bagian tertentu saja, misalnya Warna, Eksposure, dan editing ringan lainnya. Hanya Adjustment warna saja yang di perbolehkan. Bagaimana dengan croping?? Pada jurnalistik Croping masih diperbolehkan asal tidak merubah fakta yang ada.  Nah pada dunia Jurnalistik, ada yang membedakan proses editing fotonya. Itu adalah Digital Imaging, Proses Digital Imaging pada jurnalistik sangat diharamkan. Dari sinilah terjawab pertanyaan-pertanyaan sejauh mana proses editing pada Dunia Jurnalistik. Semoga dengan ini, pertanyaan-pertanyaaan tersebut bisa terjawab.</p>
<p>Rudolvo 16 November 2008</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rudolvo.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rudolvo.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rudolvo.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rudolvo.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rudolvo.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rudolvo.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rudolvo.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rudolvo.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rudolvo.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rudolvo.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rudolvo.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rudolvo.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rudolvo.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rudolvo.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rudolvo.wordpress.com&amp;blog=5493222&amp;post=17&amp;subd=rudolvo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rudolvo.wordpress.com/2008/11/16/editing-dalam-jurnalistik-fotografi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ce52c55c7b8e84540fcab29e764ad11?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">rudolvo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sebuah cerita yang takkan kulakukan pada orang yang kucintai</title>
		<link>http://rudolvo.wordpress.com/2008/11/15/sebuah-cerita-yang-takkan-kulakukan-pada-orang-yang-kucintai/</link>
		<comments>http://rudolvo.wordpress.com/2008/11/15/sebuah-cerita-yang-takkan-kulakukan-pada-orang-yang-kucintai/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Nov 2008 11:31:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rudolvo</dc:creator>
				<category><![CDATA[dis is the story of my wife..]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rudolvo.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Cinta Yang Diabaikan Sebuah senja yang sempurna. Sepotong donat, dan lagu cinta yang lembut. Adakah yang lebih indah dari itu bagi sepasang manusia yang memadu kasih? Jaka dan Gadis duduk di punggung senja itu. Beratus percakapan lewat, beratus tawa timpas, lalu Gadis pun memulai meminta kepastian. Ya,tentang cinta. Gadis : Siapa yang paling kamu cintai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rudolvo.wordpress.com&amp;blog=5493222&amp;post=12&amp;subd=rudolvo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cinta Yang Diabaikan</p>
<p>Sebuah senja yang sempurna. Sepotong donat, dan lagu cinta yang<br />
lembut. Adakah yang lebih indah dari itu bagi sepasang manusia<br />
yang memadu kasih?</p>
<p>Jaka dan Gadis duduk di punggung senja itu. Beratus percakapan<br />
lewat, beratus tawa timpas, lalu Gadis pun memulai meminta<br />
kepastian. Ya,tentang cinta.</p>
<p>Gadis : Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini?<br />
Jaka : Kamu dong?<br />
Gadis : Menurut kamu, aku ini siapa?<br />
Jaka : (Berpikir sejenak, lalu menatap Gadis dengan pasti) Kamu<br />
tulang rusukku! Ada tertulis, Tuhan melihat bahwa Adam kesepian.<br />
Saat Adam tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan<br />
menciptakan Hawa. Semua pria mencari tulang rusuknya yang hilang<br />
dan saat menemukan wanita untuknya, tidak lagi merasakan sakit di<br />
hati.&#8221;</p>
<p>Setelah menikah, Gadis dan Jaka mengalami masa yang indah dan<br />
manis untuk sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam<br />
dalam kesibukan masing-masing dan kepenatan hidup yang kain<br />
mendera. Hidup mereka menjadi membosankan. Kenyataan hidup<br />
yang kejam membuat mereka mulai<br />
menyisihkan impian dan cinta satu sama lain. Mereka mulai<br />
bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas.</p>
<p>Pada suatu hari, pada akhir sebuah pertengkaran, Gadis lari keluar<br />
rumah. Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak, &#8220;Kamu nggak cinta<br />
lagi sama aku!&#8221;</p>
<p>Jaka sangat membenci ketidakdewasaan Gadis dan secara spontan<br />
balik berteriak, &#8220;Aku menyesal kita menikah! Kamu ternyata bukan<br />
tulang rusukku!&#8221;</p>
<p>Tiba-tiba Gadis menjadi terdiam, berdiri terpaku untuk beberapa<br />
saat. Matanya basah. Ia menatap Jaka, seakan tak percaya pada apa<br />
yang telah dia dengar.</p>
<p>Jaka menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan. Tetapi seperti air<br />
yang telah tertumpah, ucapan itu tidak mungkin untuk diambil<br />
kembali. Dengan berlinang air mata, Gadis kembali ke rumah dan<br />
mengambil barang-barangnya, bertekad untuk berpisah. &#8220;Kalau aku<br />
bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan<br />
mencari pasangan sejati masing-masing.&#8221;</p>
<p>Lima tahun berlalu. Jaka tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari<br />
tahu akan kehidupan Gadis. Gadis pernah ke luar negeri, menikah<br />
dengan orang asing, bercerai, dan kini kembali ke kota semula. Dan<br />
Jaka yang tahu semua informasi tentang Gadis, merasa kecewa,<br />
karena dia tak pernah diberi kesempatan untuk kembali, Gadis tak<br />
menunggunya.</p>
<p>Dan di tengah malam yang sunyi, saat Jaka meminum kopinya, ia<br />
merasakan ada yang sakit di dadanya. Tapi dia tidak sanggup<br />
mengakui bahwa dia merindukan Gadis.</p>
<p>Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu. Di airport, di tempat<br />
ketika banyak terjadi pertemuan dan perpisahan. Mereka dipisahkan<br />
hanya oleh sebuah dinding pembatas. Mata mereka tak saling mau<br />
lepas.</p>
<p>Jaka : Apa kabar?<br />
Gadis : Baik&#8230; ngg.., apakah kamu sudah menemukan rusukmu yang<br />
hilang?<br />
Jaka : Belum.<br />
Gadis : Aku terbang ke Singapura dengan penerbangan berikut.<br />
Jaka : Aku akan kembali 2 minggu lagi. Telpon aku kalau kamu<br />
sempat. Kamu tahu nomor telepon kita, belum ada yang berubah.<br />
Tidak akan ada yang berubah.<br />
Gadis tersenyum manis, lalu berlalu..&#8221;Good bye&#8230;.&#8221;</p>
<p>Seminggu kemudian, Jaka mendengar bahwa Gadis mengalami<br />
kecelakaan, mati. Malam itu, sekali lagi, Jaka mereguk kopinya dan<br />
kembali merasakan sakit di dadanya. Akhirnya dia sadar bahwa sakit<br />
itu adalah karena Gadis, tulang rusuknya sendiri, yang telah dengan<br />
bodohnya dia patahkan.</p>
<p>&#8220;Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling<br />
kita cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal!&#8221;</p>
<p>Aku orang yang temperament, emosional, suka marah, tap aku berharap tak jadi orang bodoh seperti cerita diatas..</p>
<p>Rudolvo pada Wenny Dwi Rahayu.</p>
<p>Artikel diambil dari emal yang saya terima dari Pak Yusuf dosen saya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rudolvo.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rudolvo.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rudolvo.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rudolvo.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rudolvo.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rudolvo.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rudolvo.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rudolvo.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rudolvo.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rudolvo.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rudolvo.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rudolvo.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rudolvo.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rudolvo.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rudolvo.wordpress.com&amp;blog=5493222&amp;post=12&amp;subd=rudolvo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rudolvo.wordpress.com/2008/11/15/sebuah-cerita-yang-takkan-kulakukan-pada-orang-yang-kucintai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ce52c55c7b8e84540fcab29e764ad11?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">rudolvo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Etika fotografi Jurnalistik</title>
		<link>http://rudolvo.wordpress.com/2008/11/15/etika-fotografi-jurnalistik/</link>
		<comments>http://rudolvo.wordpress.com/2008/11/15/etika-fotografi-jurnalistik/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Nov 2008 09:35:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rudolvo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Photography Categories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rudolvo.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Dilema ketika kita seorang pewarta foto dalam sebuah situasi. Situasi dimana kita dihadapkan pada 2 pilihan, mengambil gambar atau menolong seseorang yang sedang butuh pertolongan darurat. Pada beberapa kasus, seorang pewarta foto mengesampingkan naluri humanisme nya,, dia merelakan nyawa seseorang dan lebih memilih mengambil gambar sesorang yang mungkin sedang sekarat. Tapi di pihak lain ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rudolvo.wordpress.com&amp;blog=5493222&amp;post=8&amp;subd=rudolvo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dilema ketika kita seorang pewarta foto dalam sebuah situasi. Situasi dimana kita dihadapkan pada 2 pilihan, mengambil gambar atau menolong seseorang yang sedang butuh pertolongan darurat. Pada beberapa kasus, seorang pewarta foto mengesampingkan naluri humanisme nya,, dia merelakan nyawa seseorang dan lebih memilih mengambil gambar sesorang yang mungkin sedang sekarat. Tapi di pihak lain ada beberapa pewarta foto yang memilih untuk membantu korban, dan merelakan profesinya sebagai pewarta foto. Suatu kasus, pembagian zakat di Indonesia yang menyebabkan 21 orang meninggal akibat terjepit dalam tumpukan manusia. Dan pada saat yang sama seorang fotografer berada di depan kerumunan tersebut. Tepat didepan matanya, dia menyaksikan maut menjemput kerumunan ibu-ibu yang terjepit diantara kerumunan itu. Dalam beberapa detik fotografer tersebut terdiam sejenak lalu segera bereaksi dan mengambil 1-2 gambar kejadian mengerikan itu. Lalu segera fotografer itu menarik tangan seorang Ibu yang berteriak minta tolong didepan matanya. Tapi dia tak kuasa. Begitu kerumunan itu dibubarkan, baru terlihat sekita 20 orang terhimpit dalam kerumunan itu, bertumpuk-tumpuk. Muncul pertanyaan, apakah sebaiknya kita terus memotret kejadian yang mengerikan itu? Dengan harapan kita mendapat gambar yang eksklusif di &#8220;Halaman Depan&#8221;. Tetapi kita juga disodorkan pertanyaan &#8220;Dimana rasa kemanusiaanmu saat itu?&#8221; . Menarik untuk dibahas, dan menarik juga untuk diperdebatkan. Beberapa forum di luar negeri,beberapa fotografer mengatakan bahwa profesi fotografer merupakan profesi yang tidak boleh terseret dalam situasi yang emosional. Kasus badai tsunami di aceh merupakan contoh yang cukup menarik, setumpuk mayat dihadapan para fotografer, ketika fotografer hendak menolong 1, bagaimana dengan yang lain? Tidak akan selesai dengan ribuan mayat yang ada. Tidak selesai juga tugas kita sebagai pewarta foto. Hari jumat malam, kasus ini dibahas dalam sebuah acara talkshow favorit saya, <strong>Kick Andy</strong>. DIbahasnya masalah ini, sebuah dilema besar bagi seorang pewarta foto. Di acara tersebut diundang juga salah 1 fotografer idola saya, <strong>Oscar Motuloh. Redaktur Kantor Berita Antara.</strong> Oscar mengatakan pada saat seperti itu memang sebuah situasi yang menyulitkan, tetapi pada hakikatnya, ketika situasi itu terjadi, sampai tim medis atau aparat keamanan belum memberikan bantuan, kita hendaknya <strong>&#8220;meninggalkan sejenak&#8221;</strong> profesi kita sebagai pewarta foto, Tolong dulu korban-korban tersebut. Soal eksklusif atau tidak nya foto kita?. Belum tentu ketika kita memutuskan untuk tidak menolong korban-korban tersebut, belum tentu juga foto-foto kita eksklusif. Mungkin setelah tim medis atau aparat datang untuk memberikan bantuan, barulah kita mengambil gambar kejadian tersebut. Oscar menambahkan <strong>&#8220;dengan menampilkan gambar tim medis membantu korban-korban, kita bisa membuat foto tersebut ekslusif, tanpa harus menyisihkan rasa humanisme kita ketika melihat kejadian seperti itu&#8221;</strong>. Banyak perdebatan yang terjadi baik di dalam negeri ataupun di luar sana. Soal etika fotografi ini sangat menarik. Layak untuk dibahas. Bagaimana jika anda berada dalam posisi itu?? Humanisme? atau Profesionalisme?</p>
<p>Etika Fotografi, Rudolvo. 15 November 2008</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rudolvo.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rudolvo.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rudolvo.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rudolvo.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rudolvo.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rudolvo.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rudolvo.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rudolvo.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rudolvo.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rudolvo.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rudolvo.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rudolvo.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rudolvo.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rudolvo.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rudolvo.wordpress.com&amp;blog=5493222&amp;post=8&amp;subd=rudolvo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rudolvo.wordpress.com/2008/11/15/etika-fotografi-jurnalistik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ce52c55c7b8e84540fcab29e764ad11?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">rudolvo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>first thing that i saw her..</title>
		<link>http://rudolvo.wordpress.com/2008/11/15/first-thing-that-i-saw-her/</link>
		<comments>http://rudolvo.wordpress.com/2008/11/15/first-thing-that-i-saw-her/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Nov 2008 08:03:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rudolvo</dc:creator>
				<category><![CDATA[dis is the story of my wife..]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rudolvo.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Unik,, itu yang pertama kali keluar dari pikiran ku waktu lihat seorang cewe jam 5.30 pagi lari2 ke arah kampusku..Usut punya usut ternyata si dia anak baru dari kampus ku. Pake baju putih, rok hitam (sales uniform), dari situ langsung kepincut hati ini. Itu sekilas cerita tentang orang yang nantinya akan jadi Istri ku. Setahun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rudolvo.wordpress.com&amp;blog=5493222&amp;post=5&amp;subd=rudolvo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Unik,, itu yang pertama kali keluar dari pikiran ku waktu lihat seorang cewe jam 5.30 pagi lari2 ke arah kampusku..Usut punya usut ternyata si dia anak baru dari kampus ku. Pake baju putih, rok hitam (sales uniform), dari situ langsung kepincut hati ini. Itu sekilas cerita tentang orang yang nantinya akan jadi Istri ku. Setahun berlalu banyak yang terjadi, dari yang di gojloki,sampe bertengkar, dari ribut yang kecil2, sampe ribut yang gede,melibatkan air mata. Tapi dari situ kita berdua belajar, belajar banyak bagaimana saling mengerti 1 sama lainnya. Dari situ aku yang notabene orang temperamental ini bisa belajar banyak tentang yang namanya kesabaran. Buat aku itu sebuah pelajaran berharga. tapi juga ga munafik kalo masih sering &#8220;kesulut&#8221; emosinya. Kadang sering kecolongan gitu lah, marah2. Sudah setahun lebih berjalan hubungan kita.. barusan ini juga terjadi &#8220;bigbang&#8221; ledakan gede, ada pertengkaran antara aku dan dia, tapi luar biasanya semua berjalan baik lagi. Amin semoga langgeng selalu. Itu dulu yang aku tulis tentang aku dan Wenny D.R ntar nambah lagi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rudolvo.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rudolvo.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rudolvo.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rudolvo.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rudolvo.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rudolvo.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rudolvo.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rudolvo.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rudolvo.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rudolvo.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rudolvo.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rudolvo.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rudolvo.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rudolvo.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rudolvo.wordpress.com&amp;blog=5493222&amp;post=5&amp;subd=rudolvo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rudolvo.wordpress.com/2008/11/15/first-thing-that-i-saw-her/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ce52c55c7b8e84540fcab29e764ad11?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">rudolvo</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
